Tampilkan postingan dengan label Luar Angkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luar Angkasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

Orang katai dari Flores (Homo floresiensis) dianggap salah satu penemuan besar dalam dunia paleoantropologi.

orang kerdi,flores,homo floresiensisProses penggambaran wajah pada orang kerdil perempuan dari Flores (Homo floresiensis). (The Age).
Antropolog wajah dari University of Wollongong, Australia, Susan Hayes, berhasil memberi wajah pada tengkorak orang katai perempuan berusia 17.000 tahun yang ditemukan di Liang Bua, Flores, Nusa Tenggara Timur. Imaji dalam format 2D ini dirilis Senin (10/12) dan menunjukkan bahwa orang katai ini tidak memenuhi kriteria "cantik" manusia modern.
Dalam foto tersebut, perempuan katai ini berdagu rata dengan kening yang kurang apik. Namun, ditegaskannya jika mengenai orang katai dari Flores (Homo floresiensis) adalah mengenai ketepatan sains dan bukan mencari estetika. "Ia bukanlah perempuan cantik. Ia tak punya fitur feminim seperti mata besar atau kening yang menarik," kata Hayes.
"Wajah" ini didapatkan Hayes dengan imaji 3D beresolusi tinggi dan data CT scan dari tengkorak orang katai perempuan yang berusia 17.000 tahun. Informasi ini kemudian dimasukkan ke dalam program komputer grafis. Ini memungkinkan Hayes untuk merekonstruksi tengkorak yang ada. Wajah dan fitur lainnya kemudian ditambahkan berdasarkan struktur atribut tengkorak.
orang kerdi,flores,homo floresiensisPerbandingan tengkorak orang kerdil dari Flores (Homo floresiensis) (kiri) dengan Homo sapiens. Dalam hal ukuran, tengkorak Homo floresiensis sebesar tengkorak anak usia tiga tahun pada manusia modern. (Peter Brown/Nature/National Geographic News).
Hasil analisa ini juga mengkritisi hasil penggambaran sebelumnya yang memperlihatkan Homo floresiensis lebih mirip monyet. Sebab, penemuan Hayes menunjukkan Homo floresiensis memiliki lebih banyak fitur manusia.
"Sebagai Homo floresiensis, ia (perempuan orang katai) lebih mirip kita dibanding simpanse --yang juga relatif dekat manusia," kata Hayes.
Homo floresiensis hidup di Flores pada 17.000 hingga 18.000 tahun lalu. Tulang belulang yang ditemukan pada tahun 2004 adalah perempuan, hanya bertinggi satu meter, dengan berat 25 kilogram.
Tulang ini ditemukan pada deposit sedimen yang sama berisi peralatan batu, tengkorak gajah kecil, hewan pengerat, dan komodo. Sisa belulang Homo floresiensis digali oleh tim Professor Mike Morwood pada tahun 2003.
Kecilnya ukuran tengkorak ini membuat Homo floresiensis dijuluki sebagai hobbit --karakter manusia mungil dalam novel "The Lord of The Rings" karya J.R.R Tolkien yang akhirnya juga difilmkan ke pentas Hollywood. Namun, mereka dianggap salah satu penemuan besar dalam dunia paleoantropologi sebagai manusia paling ekstrem.
(Zika Zakiya. Sumber: National Geographic News, The Age)

Lokasi tempat Ebb dan Flow jatuh di Bulan dinamai Sally Ride, perempuan AS pertama yang melanglang buana ke luar angkasa.

nasa,ebb,flow,bulanJalur terbang terakhir bagi satelit NASA, Ebb dan Flow, yang dijatuhkan di Bulan pada 17 Desember 2012 lalu. (NASA).
Satelit kembar milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Ebb dan Flow, resmi berakhir masa tugasnya. Keduanya sengaja dijatuhkan di dekat kutub utara di Bulan, Senin (17/12).
Ebb jatuh lebih dulu dan 20 detik kemudian disusul oleh Flow. Lokasi tempat keduanya jatuh dinamai Sally Ride, perempuan AS pertama yang melanglang buana ke luar angkasa.
Ride menjadi sosok tepat karena memegang peranan penting dalam pengenalan misi ke Bulan dalam wadah Gravity Recovery And Interior Laboratory (GRAIL). Ride memimpin proyek "MoonKAM" yang membuat anak-anak sekolah di seluruh dunia bisa memilih sisi mana dari Bulan yang akan difoto oleh Ebb dan Flow.
Sayangnya, Ride wafat Juli 2012 setelah bertarung melawan kanker pankreas. "Tim ini sangat ini menghargai kontribusinya (Ride) pada pendidikan dengan menamai zona jatuh (Ebb dan Flow) sesuai namanya," kata Maria Zuber, pemimpin investigator GRAIL.
Ride merupakan perempuan pertama dari AS -perempuan ketiga secara keseluruhan- yang berhasil ke antariksa. Ia sampai ke orbit pada 1983 melalui misi STS-7 menggunakan pesawat ulang-alik Challenger. Setahun kemudian, ia kembali lagi ke luar angkasa dalam misi STS-41G. Secara keseluruhan, Ride menghabiskan 343 jam di antariksa.
"Menyenangkan rasanya saat Anda melihat ke Bulan dan ada satu pojok kecil yang dinamai Sally. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak," ujar adik dari Ride, Pendeta Bear Ride.
Ebb dan Flow sendiri adalah satelit pemantau Bulan yang diluncurkan pada 2011 lalu. Mereka bertugas memetakan ladang gravitasi Bulan dengan detail selengkap mungkin.
Di akhir 2012, keduanya kehabisan bahan bakar dan tidak lagi bisa meneruskan misi. Anggota tim yang terlibat dalam misi ini memutuskan keduanya untuk dikandaskan di Bulan.
(Zika Zakiya. Sumber: NASA, Discovery News)

Saat ini terjadi, tidak akan ada ledakan hebat yang muncul dan nampak dari Bumi.

satelit,bumiIlustrasi satelit. (Thinkstockphoto)
Sepasang satelit milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bernama Ebb dan Flow, dipersiapkan untuk jatuh di gunung dekat kutub di Bulan.
Diperkirakan, keduanya akan tumbang di Bulan pada Senin (17/12). Ebb akan jatuh lebih dulu, 20 detik kemudian, disusul oleh Flow dengan kecepatan 3.800 mil per jam. Saat ini terjadi, tidak akan ada ledakan hebat yang muncul dan nampak dari Bumi.
Ebb dan Flow -satelit pemantau Bulan berbentuk seperti mesin cuci- dihancurkan karena mereka berada di orbit rendah dan bahan bakar yang tersisa tidak cukup untuk menjalankan operasi penelitian.
Maria Zuber, Ketua Penelitian dari misi Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL), menyatakan, kedua satelit tersebut berkontribusi besar untuk ilmu pengetahuan planet. "Akan terasa sulit mengucap kata pisah kepada robot kembar kita," kata Zuber.
Ebb dan Flow -dinamai oleh anak Sekolah Dasar di Montana- sudah mengitari Bulan sejak 1 Januari 2012 lalu. Keduanya menghasilkan peta beresolusi tinggi yang nantinya digunakan untuk meneliti benda planet lain, bukan hanya Bulan.
Informasi yang mereka sampaikan akan berguna untuk meneliti bagaimana Bumi dan planet berbatu lain di tata surya kita terbentuk dan berevolusi.
"(Satelit) kembar ini mungkin memang berada di ambang hidup operasionalnya. Namun, satu hal yang pasti, mereka akan jatuh dengan gagah," kata David Lehman, GRAIL Project Manager.
(Zika Zakiya. Sumber: USA Today, Moon Daily)

Sabtu, 01 Desember 2012

Pada 1991, astronom menembakkan sinyal radar dari bumi ke Merkurius dan menerima hasil yang menunjukkan mungkin ada es di kedua kutub planet itu.

Dugaan awal ini diperkuat pengukuran tahun 1999, menggunakan sinyal radar Arecibo Observatorymicrowave di Puerto Rico, yang juga menunjukkan daerah putih yang diduga sebagai air es.
 
"Bagaimanapun diperlukan pesawat antariksa untuk melihat lebih dekat," ujar Gregory Neumann, ilmuwan proyek Messenger di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA, Maryland, Jumat, 30 November 2012.

NASA pun meluncurkan Messenger untuk mengorbit ke Merkurius pada bulan Maret 2011. Sejak itu, Messenger meneropong kutub Merkurius menggunakan altimeter laser dan menemukan sejumlah titik terang pertanda es.

Neumann masih ingat, anggota tim John Cavanaugh cukup yakin dengan yang mereka temukan di Merkurius. Cavanaugh dulunya merupakan bagian tim Lunar Reconnaissance Orbiter NASA. "Ia telah melihat pola aneh yang sama saat menemukan es di kutub bulan pada 2009," ujarnya.

Namun temuan ini juga memunculkan tanda tanya. Mengapa ada air di planet yang suhunya bisa mencapai 427 derajat Celsius? Padahal air mendidih dan menguap pada suhu 100 derajat Celsius.

Messenger langsung diarahkan ke tempat-tempat yang tepat untuk mencari area terang dan kemudian mengukur suhu dan komposisinya.

Neumann mengatakan, spektrometer neutron Messenger memang menangkap keberadaan hidrogen, yang merupakan komponen utama molekul air, di kutub Merkurius. Tetapi profil temperatur justru menunjukkan bahan berwarna gelap dan mudah menguap yang bercampur dengan es. "Kami menduga air es Merkurius dilapisi "selimut" tahan panas setebal 10 sentimeter," katanya.

Kini para ilmuwan NASA sedang memburu bahan organik di planet tersebut. Proses pencarian ini akan memakan waktu jauh lebih lama. Namun tanda-tanda awal sudah terlihat. Neumann mengatakan kurva temperatur awal bisa menunjukkan adanya bahan organik, seperti asam amino.

Selasa, 27 November 2012

detail berita
Permukaan planet Makemake (Foto: ESO/L)
CALIFORNIA - Dalam formasi tata surya, diketahui terdapat orbit planet-planet kecil yakni Pluto, Humea, Makemake, dan Eris. Baru-baru ini, para peneliti berhasil menguak rahasia dari salah satu planet kecil itu, yakni Makemake.

Planet Makemake berukuran tiga per empat dari Pluto, berada lebih dekat dengan dengan matahari ketimbang Eris, yang dikenal sebagai planet kecil paling besar dari tata surya. Para peneliti berharap bahwa Makemake memiliki atmosfer seperti Pluto.

Penelitian internasional yang dipimpin oleh Jose Luis Ortiz dari Andalusian Institute of Astrophysics di Spanyol menggunakan tujuh teleskop yang terletak di Chili dan Brasil untuk melakukan observasi planet kecil Makemake. Demikian dilansir dari Softpedia, Sabtu, (24/11/2012).

Dalam prosesnya, para peneliti mengamati planet yang memiliki rata-rata suhu yang rendah (sekira 30 K). Para peneliti pun menduga bahwa suhu pada Makemake menunjukan kondisi serupa dengan Pluto.

"Makemake lewat di depan bintang dan diblokir keluar, kemudian bintang menghilang dan tiba-tiba muncul, bukannya memudar justru cahayanya cerah secara bertahap," kata Dr Ortiz.

Dengan begitu, para peneliti pun akhirnya menanggalkan prediksinya bahwa planet tersebut memiliki atmosfer yang signifikan. "Dengan demikian, planet ini tidak memiliki atmosfer yang signifikan. Sebelumnya, banyak yang beranggapan Makemake atmosfir yang bagus," imbuh Ortiz.

"Mencari tahu tentang sifat Makemake untuk pertama kalinya merupakan langkah awal untuk meneliti planet kecil yang lain," tandasnya. (fmh)

Kamis, 15 November 2012

Banyak para penyelidik UFO ingin mengetahui suatu fakta penting. Ketika UFO disebut sebagai kendaraan milik makhluk asing, atau mungkin asalnya dari tentera kerajaan, muncul satu lagi kemungkinan yang mungkin tentang UFO yaitu benda itu berasal dari India dan Atlantis Kuno.


Apa yang kita ketahui tentang pesawat terbang orang India kuno datangnya dari sumber-sumber India kuno yang mencakup penulisan teks turun-temurun.

Tanpa banyak prasangka bisa kita katakan bahwa kebanyakan teks ini adalah sah dan asli melihat sebagian besar belum lagi diterjemahkan dari bahasa Sanskrit lama.

Maharaja India Ashoka telah mendirikan sebuah organisasi "The Nine Unknown" yang merupakan para ilmuwan terkenal India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis sumber-sumber sains.

Ashoka telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena beliau merasa bahwa penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber India kuno itu sendiri dan justru yang akan disalahgunakan bagi tujuan peperangan yang kejam yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka sendiri.

"The Nine Unknown" telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan antara satu sama lain.

Buku bertajuk "Rahasia-Rahasia Gravitasi" amat dikenal di kalangan sejarawan tetapi tidak dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang berkaitan dengan gravitasi bumi.

Ia dianggap masih ada, tersimpan di dalam sebuah perpustakaan rahasia di India, Tibet, atau dimana-mana (mungkin juga berada di sekitar Amerika Utara).

Hanya beberapa tahun silam, rakyat China telah menemui beberapa buah dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet serta telah membawanya ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan.

Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dukumen itu mengandung petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa!

Cara-cara pembuatan mereka, katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem analog yaitu "laghima", satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, "laghima" ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang.

Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali sebagai "Astras", dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India kuno untuk membawa satu rombongan manusia ke planet lain, sesuai yang tertera pada dokumen tersebut, yang mana dikatakan telah berusia beribu-ribu tahun.

Manuskrip itu juga dikatakan telah memaparkan rahasia "antima" (cara-cara untuk menjadi menghilang) dan "gerima" (bagaimana untuk menjadi seberat gunung).

Pada mulanya para ilmuwan India tidak begitu serius dengan kandungan manuskrip tersebut tetapi kemudian mereka menyadari akan hakikat bernilainya manuskrip tersebut apabila negara China mengumumkan bahwa mereka akan memasukkan bagian tertentu dari data manuskrip tersebut ke dalam program kajian angkasa mereka.

Ini adalah salah satu contoh pertama kerajaan untuk mengaku membuat kajian tentang anti-gravitasi.


Walaupun manuskrip tersebut memaparkan secara jelas tentang rancangan penjelajahan antar planet dan penjelajahan ke bulan tapi tidak dijelaskan apakah semua perjalananan angkasa itu benar-benar dilakukan.

Walau bagaimanapun satu dari epik terkenal India yaitu Ramayana, mempunyai satu cerita terperinci tentang satu penjelajahan ke bulan dengan menggunakan Vimana (Astra).

Malah epik Ramayana menceritakan dengan terperinci maklumat satu pertempuran di atas bulan dengan sebuah pesawat "Asvin" (Atlantean).

Ini adalah suatu bukti mengenai anti-gravitasi dan teknologi kapal angkasa telah digunakan oleh masyarakat kuno India.

Untuk benar-benar memahami teknologi tersebut, kita harus meninjau kembali ke masa lampau, ke Kerajaan Rama di India Utara dan Pakistan yang terbentuk pada masa sekitar 15.000 tahun silam.

Pada masa itu disebutkan bahwa telah muncul kota-kota canggih yang segala sesuatunya teratur secara sistematis mulai dari penataan landscape sampai saluran air.

Ingat bagaimana kisah Nabi Sulaiman yang menawan Ratu Balqis? Bagaimana bentuk istananya, sehingga digambarkan apabila kita berjalan di atas lantai istana itu, seolah-olah kita berjalan di atas permukaan air.

Mungkin ini ada kaitannya. Sedangkan di dalam Al-Quran ada disebutkan tentang mukjizat Nabi Sulaiman yang bisa mengendarai angin. Ini mungkin berkaitan erat dengan teknologi yang berkembang pada jaman itu.

Bukti keberadaan Rama masih dapat ditemukan di padang pasir Pakistan utara dan India barat. Rama diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa di Benua Atlantis.

Tujuh buah kota besar yang teragung dalam Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama "Tujuh Kota-Kota Rishi" dalam teks klasik Hindu.

Menurut penjelasan teks India kuno, masyarakat ketika itu mempunyai mesin terbang yang dipanggil sebagai "Vimanas".

Epik India kuno telah menjelaskan sebuah Vimana sebagai satu pesawat yang mempunyai dua dek dan berbentuk bulatan dengan terdapatnya lubang pada bagian bawah pesawat dan menara pada bagian atasnya.

Berdasarkan kepada keterangan tersebut kita mungkin akan mengaitkannya dengan piring terbang alias UFO.

Vimana dikatakan mempunyai kemampuan untuk terbang dengan kecepatan angin dan mengeluarkan bunyi bermelodi.

Terdapat sekurang-kurangnya 4 jenis pesawat Vimana; sebagian berbentuk piring dan yang lain berbentuk silinder panjang (kapal angkasa berbentuk kerucut).

Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal sendiri, telah menulis tentang manual penerbangan berbagai jenis Vimanas, yang sebagian besar manuskripnya masih dicari-cari para ilmuwan.


Sedangkan bgaian manuskrip yang ditemukan malah telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Samara Sutradara adalah satu karya sastra ilmiah yang berkaitan dengan keberhasilan perjalanan angkasa dengan menggunakan sebuah Vimana.

Terdapat 230 puisi berkaitan dengan cara membuat, perjalanan sejauh seribu batu, pendaratan secara normal, kecemasan, dan kisah penerbangan di antara burung-burung!

Pada tahun 1875, sebuah kitab berjudul Vaimanika Sastra ditulis oleh ilmuwan bernama Bhara Dewaji yang menggunakan kitab-kitab yang lebih lama sebagai sumbernya.

Kitab itu ditemui di dalam sebuah kuil di India dan di dalamnya tercantum keterangan-keterangan yang berkaitan dengan cara mengemudikan Vimana, langkah-langkah penyelamatan, penerbangan jauh, dan perlindungan terhadap pesawat dari ancaman badai, kilat, dan petir.

Kitab itu menjelaskan bagaimana cara menyerap energi matahari. Vaimanika Sastra (Vymaanika-Shaastra) mempunyai delapan peringkat dengan gambar sketsa yang menjelaskan tentang tiga jenis kapal udara, termasuk jenis-jenis yang bisa mudah terbakar atau hancur.

Ia juga menerangkan tentang 31 jenis bagian tertentu bagi kendaraan ini dan 16 bahan mentah sebagai sumber energinya yang mana bisa juga menyerap cahaya dan tenaga panas yang sesuai untuk menggerakkan Vimana.

Dokumen ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan bisa didapat dengan mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja.

Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En. G.R. Josyer, Mysore, India, 1979. En. Josyer adalah seorang pengarah bagi akademi Tehnik Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore.

Memang tiada keraguan bahwa Vimana telah digerakkan oleh sumber energi "anti-gravitasi". Vimana lepas landas secara melintang, dan dikatakan mampu untuk beterbangan di langit seperti sebuah helikopter moden.

Bharadvajy merujuk bahwa tidak kurang daripada 70 orang pihak pemerintah dan 10 orang pakar penerbangan udara yang terlibat.

Sumber energi ini sekarang telah hilang. Vimana telah disimpan di sebuah Vimana griha, dan dikatakan kadangkala dicat dengan sejenis cat putih kekuningan dan kadangkala dengan sejenis bahan merkuri.

Cat putih kekuningan kelihatan mencurigakan seperti gaselin dan mungkin Vimana mempunyai hitungan sumber energi yang berlainan termasuk mesin penggerak dan malah mesin jet saraf.

Adalah menarik untuk diketahui bahwa pihak Nazi juga telah membuat mesin jet saraf praktikal pertama bagi roket V.8 mereka.

Kaki tangan Hitler dan Nazi juga dikatakan berminat dengan India kuno dan Tibet sehingga pada awal tahun 30- an telah membawa satu tim ekspedisi ke dua tempat tersebut setiap tahun, sebagai usaha untuk mendapatkan bukti kuat dan tidak mustahil jika dikatakan pihak Nazi mungkin memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua sumber kuno ini.

Merujuk pada Dranaparva yang merupakan sebagian dari epiks Mahabarata dan Ramayana, Vimana digambarkan berbentuk seperti sebuah bentuk bujur dan mempunyai kecepatan yang hebat seperti angin kuat, yang dihasilkan oleh bahan merkuri.

Ia bergerak seperti sebuah UFO, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber India lain yaitu Samaranganasutradhara telah menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk.


Pada jaman tersebut telah dikenal pemakaian bahan merkuri sebagai bahan bakar Vimana, melihat gambaran yang dijelaskan oleh buku itu.

Banyak ilmuwan Rusia terheran-heran saat menemukan catatan berupa panduan mengemudikan kendaraan yang tertera di bebeperapa dinding gua di turki dan Gurun Gobi.

Dari ukiran dan relief yang terdapat pada potongan tanah liat dan kaca digambarkan bagaimana sebuah kendaraan kosmik melaju.

Pesawat terbang antar planet itu dilambangkan dengan segitiga yang di dalamnya terdapat simbol merkuri. Ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang India purba telah mampu mengirim utusan dengan kendaraaan ini dan menjelajahi wilayah Asia, Atlantis, sampai ke Amerika Selatan.

Di Mohenjodaro (Pakistan) terdapat manuskrip yang menjelaskan tentang peperangan Ramayana yang menggunakan segala bentuk persenjataan dan kendaraan terbang semacam itu.

Bayangkan betapa teknologi laser, jet, dan roket telah ada di kerajaan Ramayana sejak jaman dulu dan menghancurleburkan peradaban pada jaman itu.

Mari kita simak bait-bait yang tertulis dalam kitab Mahawira dan Bhawabhuti yang berasal dari abad ke-8:

"Sebuah kendaraan udara, Pushpaka membawa banyak orang ke ibukota ayodhya. Langit dipenuhi berbagai kendaraan terbang. Gelap bagaikan malam, namun terlihat dari cahaya mereka yang kekuningan."


Malangnya Vimana, seperti kebanyakan ciptaan ilmiah yang lain, telah digunakan untuk tujuan peperangan.

Orang-orang Atlantis menggunakan kenderaan terbang mereka, "Vailixi" untuk menyerang negeri-negeri lain dan menguasai dunia.

Dalam teks kuno India mereka dikenal dengan bangsa Aswins. Meskipun tak ada catatan tentang pesawat Vailixi dari bangsa atlantis sendiri tapi kedatangan mereka ke India melalui udara banyak sekali diceritakan.

Deskripsi Vailixi berbentuk silinder panjang dan selain dapat terbang juga mampu bergerak di bawah air seperti kapal selam modern.

Kendaraan-kendaraan lain, seperti Vimana berbentuk seperti piring dan mungkin juga bisa bergerak di bawah air.

Menurut Eklal Kuehshana, penulis "The Ultimate Frontier", dalam satu artikel yang ditulisnya pada 1966, menyatakan bahwa, "Vailixi yang paling awal dibuat di Atlantis yaitu kira-kira 20.000 tahun lampau dan bentuk yang paling biasa ialah bentuk piring dengan tiga ruang mesin dibawahnya."

"Mereka menggunakan satu peralatan mekanikal yang anti-gravitasi dengan menggunakan tenaga mesin sebesar 80.000 tenaga kuda."

Dalam teks Mahabarata, salah satu sumber yang menerangkan Vimana, ada yang menjelaskan tentang kemusnahan yang hebat yang menunjukkan kesan dari peperangan tersebut:

"(Senjata itu merupakan) satu alat yang mengandung semua energi yang ada di dunia ini. Satu kepulan asap yang besar dan cahaya yang terang benderang bagaikan sinaran dari beribu-ribu matahari telah dihasilkannya…"

"Satu pancaran kilat, satu pembawa pesan maut yang dahsyat, yang menyebabkan kemusnahan seluruh keturunan Vrishni dan Andhaka "

"Mayat-mayat mereka terbakar hangus sehingga tidak dapat dikenal pasti."

"Rambut dan kuku mereka terlepas; pecah tanpa sebab, dan burung-burung bertukar menjadi putih"

"Selepas beberapa jam semua bahan makan turut tercemar"

"Untuk mengelakkan diri daripada api itu, para laskar terjun ke dalam sungai untuk membersihkan diri mereka dan peralatan mereka"

Dari penjelasan ini, seolah-olah Mahabrata sedang menggambarkan satu keadaan peperangan menggunakan bom atom!

Kini pihak Barat telah mampu mengungkap sebagian dari rahasia gravitasi. Mereka telah mampu mencipta mesin anti-gravitasi dari penghasil tenaga medan elektromagnetasi yang mereka namakan sebagai levitasi, namun masih belum lagi dipraktikkan.

Rujukan seperti ini bukan hanya satu; peperangan senjata yang menakjubkan dan kendaraan terbang merupakan gambaran biasa dalam buku-buku epik India.

Terdapat sebuah epik yang menggambarkan peperangan Vimana-Vailixi di bulan! Peperangan yang digambarkan dalam aksi di atas menggambarkan dengan tepat tentang satu kesan letupan atomik dan kesan radioaktif.

Ketika kota besar Rishi di Mohenjodaro (Pakistan) ditemukan oleh para arkeologi pada akhir abad yang lalu, mereka melihat kerangka-kerangka yang bergelimpangan di jalan-jalan, ada yang berpegangan tangan, seolah-olah mereka telah dilanda satu malapetaka yang amat dasyhat secara tiba-tiba.

Pada kerangka-kerangka tersebut terdapat sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang dijumpai di Hiroshima dan Nagasaki.

Dari kota-kota kuno yang dibuat dari batu-bata dan batuan yang telah berubah bentuk, yaitu di India, Irlandia, Scotlandia, Perancis, Turki dan beberapa tempat lain, tiada penjelasan yang logik mengenai perubahan itu melainkan akibat ledakan atomik.

Selain itu, di Mohenjo-Daro, sebuah kota besar yang terancang di dalam bentuk grid, dengan sistem saluran yang lebih baik daripada yang terdapat di Pakistan dan India, jalan-jalannya dipenuhi dengan serpihan "kaca-kaca hitam".

Serpihan tersebut kemudian dikenal pasti sebagai tanah-tanah liat yang telah cair akibat terpapar panas yang melampaui batas.

Pasca tenggelamnya Atlantis dan kemusnahan Rama akibat senjata atomik, dunia untuk sesaat kembali ke zaman batu seperti beberapa ribu tahun sebelumnya.

Namun begitu, nampaknya bukan semua Vimana dan Vailixi milik Rama dan Atlantis yang hilang. Karena diciptakan untuk berfungsi selama beribu-ribu tahun, kebanyakan masih bisa digunakan, seperti yang terdapat dalam karyatulis "The Nine Unknown Men", Ashoka, dan manuskrip Lhasa.

Yang menarik adalah terdapat satu petikan sejarah yang menyatakan bahwa semasa Iskandar Agung menyerang India lebih daripada dua ribu tahun lalu, pasukannya telah diserang dengan "perisai yang berterbangan dan bercahaya" yang menakutkan pasukan tentara dan pasukan berkudanya.

Walau bagaimanapun "piring-piring terbang" itu tidak menggunakan sembarang bom atom atau senjata lain pada laskar Iskandar.

Di masa itu juga Iskandar menawan India Ramai. penulis yang menyatakan bahwa kebanyakan masyarakat rahasia telah menyimpan sebagian Vimana dan Vailixi mereka di dalam gua-gua rahasia di Tibet atau tempat-tempat lain di Asia Tengah dan Gurun Lop Nor di barat China yang sampai sekarang dikenal sebagai pusat suatu misteri UFO yang besar.

Mungkin di situlah kebanyakan kapal angkasa disimpan, di pangkalan bawah tanah yang dibangun oleh pihak Amerika, Inggris, dan Rusia beberapa dekade yang lalu.

Namun kemunculan UFO di masa sekarang yang begitu sering tetap saja menyisakan banyak pertanyaan tentang aktivitas mereka.


Ditemukan Lokasi UFO India Kuno?

Apa yang menyebabkan Dunia Barat mendadak menyerbu Afghanistan, peristiwa 11 september? memburu Osama?, memberantas teroris? ya !! tapi itu adalah versi pemerintah amerika yang di tayangkan di media masa.

Selain yang tersebut di atas ternyata ada maksud lain yang membuat kita terkejut antara percaya dan tidak bahwa mereka berburu sebuah pesawat dari jaman india kuno, yang ditemukan oleh ilmuwan Militer AS yang dikenal dengan nama Vimana.



Sebuah mesin terabang (Vimana) yang tersembunyi di gua di Afghanistan sejak 5000 tahun yang lalu telah menyebabkan "hilangnya" setidaknya 8 tentara Amerika karena berusaha untuk memindahkan nya dari gua tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa teknologi "Vimana" adalah sebuah pesawat misterius dari mitologis kuno dalam epos mahabharata dan konon memiliki senjata menakutkan mirip dengan bom atom saat ini.


Sumber :
viva.co.id
Banyak kisah maupun fakta menarik dibalik pembuatan patung-patung di kota Jakarta. Seperti yang kita kenal saat ini, ada beberapa tugu atau patung yang keberadaannya terkenal di Jakarta, antara lain Patung Dirgantara, Patung Selamat datang, patung Arjuna wijaya, patung pahlawan, dan lain sebagainya.


Nah berikut ini akan kita bahas fakta dan kisah dibalik pembuatan patung-patung bersejarah yang tersebar di beberapa jalan pusat kota Jakarta.


1. Patung Arjuna Wijaya atau Patung Asta Brata


Patung Arjuna Wijaya ini dibangun pada bulan Agustus 1987. Patung ini menggambarkan sosok Arjuna dalam perang Baratayudha yang kereta perangnya ditunggangi oleh Batara Kresna.

Adegan patung karya pematung Nyoman Nuarta itu diambil dari fragmen saat mereka melawan Adipati Karna. Oleh orang-orang jakarta, patung ini biasa dikenal dengan nama Patung kuda setan, atau juga Patung delman.

Kereta pada patung tersebut ditarik oleh delapan kuda, yang melambangkan delapan ajaran kehidupan yang diidolakan oleh Presiden Soeharto.

Asta Brata itu meliputi falsafah hidup yang mengajarkan kita harus mencontoh bumi, matahari, api, bintang, samudera, angin, hujan dan bulan. Di bagian patung itu menempel prasasti yang bertuliskan "Kuhantarkan kau melanjutkan perjuangan dengan pembangunan yang tidak mengenal akhir".

Proses pembuatan patung ini pernah mengalami keterbatasan dana, sehingga patung itu dibuat dari bahan poliester resin yang punya kelemahan mudah rapuh jika terkena sinar ultraviolet.

Sampai dengan tahun 2003, patung Arjuna Wijaya mengalami kerusakan, sehingga akhirnya patung ini direnovasi kembali dengan menelan biaya 4 miliar. Bahan material patung itu sendiri diganti dengan bahan tembaga.


2. Patung Dirgantara


Patung dirgantara biasa dikenal dengan nama plesetannya, yakni patung pancoran, patung "hey kamu", bahkan ada yang menyebutnya sebagai patung superman.

Patung yang berada di daerah pancoran ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta atas permintaan Bung Karno. Tujuan dari pembuatan patung ini adalah untuk menampilkan keperkasaan dan kekuatan angkatan udara bangsa Indonesia.

Patung Dirgantara ini menghadap ke Utara dengan tangannya mengacung ke bekas Bandar Udara Internasional Kemayoran. Lokasinya dekat dengan Markas Besar Angkatan Udara di Selatannya dan Bandar Udara Domestik Halim Perdana Kusuma di Tenggaranya. Karena bertempat di kawasan Pancoran makanya patung ini sering dibilang patung Pancoran.

Ada kisah yang beredar, bahwa Indonesia pernah mengalami kekurangan anggaran untuk biaya pembuatan patung ini, sehingga Presiden Soekarno harus rela menjual mobilnya untuk membiayai kekurangannya.


3. Patung Selamat Datang


Patung Selamat Datang dibangun untuk menyambut para atlet peserta Asian Games IV tahun 1962. Patung ini berada di depan Hotel Indonesia dengan posisi berdiri persis di atas air mancur bundaran Hotel Indonesia.

Patung perunggu ini dibuat oleh Edhi Sunarso, dan dirancang bersama dengan Henk Ngantung mantan Gubernur Jakarta. Sesuai dengan namanya, patung ini dibangun untuk memberikan salam selamat datang bagi para pendatang.

Posisi patung yang menghadap ke arah kota (utara) juga menunjukan daerah kota berperan sebagai pusat bisnis, perdagangan, dan pendatang dari pelabuhan saat itu.

Disekitar patung ini terdapat lima formasi Air Mancur yang dijadikan simbol ideologi Negara Republik Indonesia, Pancasila.

Simbol ini juga berperan untuk memberikan salam kepada kota Jakarta sebagai kota Ibukota Negara dan Kota Metropolitan dengan formasi ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang, Selamat Malam dan Selamat Hari Minggu. Orang-orang jakarta biasa menyebut patung selamat datang sebagai patung jali-jali atau patung HI.


4. Patung Pemuda Membangun


Pizza Man atau Patung Laki-laki bawa obor, begitulah orang-orang menamainya. Patung ini dibangun sebagai penghargaan untuk pemuda dan pemudi dalam keikut sertaannya pada pembangunan Indonesia.

Patung ini dilambangkan dengan seorang pemuda gagah dan kuat yang sedang memegang piring berisi api yang tak pernah padam sebagai perwujudan semangat pembangunan yang tak pernah mati.

Saat pembangunannya, patung ini direncanakan selesai pada Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1971, namun karena pembangunan belum selesai akhirnya diresmikan pada bulan Maret 1972.

Patung ini terletak di Bunderan Senayan, tempat strategis sebagai titik temu antara Senayan sebagai pintu gerbang Jakarta Pusat dengan area Jakarta Selatan.


5. Patung Pahlawan


Patung ini dibuat sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia, yang dilambangkan dengan seorang laki-laki yang memakai caping (topi pak tani) menyandang senapan dan sedang meminta restu pada wanita yang ada disisinya untuk maju ke medan perang.

Disebabkan karena topi capingnya itulah, maka orang-orang biasa menyebut patung ini dengan sebutan patung pak tani.

Ide patung ini dimulai saat presiden Soekarno melakukan perjalanan ke kota Moskow dan beliau terkesan dengan patung-patung yang ada disana. Saat itu presiden Russia mengenalkan presiden Soekarno ke salah satu seniman yang bernama Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer.

Mereka pun kemudian diundang ke Indonesia untuk membuat patung yang melambangkan semangat kemerdekaan. Disinilah kedua pematung itu berkelana dan menemukan legenda Jawa Barat yang berkisah tentang seorang Ibu yang mengiringi anaknya untuk pergi berperang.

Sang Ibu memberikan semangat supaya sang anak memenangkan setiap peperangan dan selalu ingat dengan orang tua dan negaranya.

Patung perunggu ini dibuat di Rusia dan dibawa ke Indonesia dengan menggunakan kapal laut, dan kemudian diresmikan pada tahun 1963 oleh Presiden Soekarno. Pada papan di monumennya tertulis: "Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar".


Sumber:
rumahgue.com
Astronom mengklaim telah menemukan dua planet "alien" (asing) yang berputar di sepasang bintang. Astronom mengatakan bahwa sepasang bintang ini merupakan sistem tata surya dengan matahari kembar yang menyerupai dunia fiksi Luke Skywalker (star wars), Tatooine.

Dilansir MSN, Sabtu (1/9/2012), sebagian besar bintang seperti matahari dan planet-planet, termasuk bumi, bukan merupakan bintang yang "lajang" (bintang tunggal).  Astronom mengungkapkan bahwa matahari memiliki pasangan yang mengorbit satu sama lain.
Ilmuwan menemukan planet dalam sistem biner, yang disebut planet circumbinary dengan dua matahari seperti Tatooine dalam kisah Star Wars. Untuk menemukan planet circumbinary, astronom menganalisis data dari teleskop luar angkasa Kepler NASA.

Teleskop luar angkasa tersebut telah mendeteksi lebih dari 2.300 potensi planet alien sejak peluncurannya pada Maret 2009. Hingga saat ini, Kepler berhasil mendeteksi empat sistem dengan planet circumbinary, Kepler-16, 34, 35 dan 38.

Ilmuwan kini mengumumkan deteksi dari Kepler-47, yaitu sistem pertama terkait planet asing yang melingkari sepasang bintang. Bintang dan planetnya tersebut, disebut Kepler-47b dan Kepler-47c, yang berdiam sekira 5000 tahun cahaya di konstelasi Cygnus.

"Kepler-47 menunjukkan kepada kami bahwa bintang biner memiliki kedekatan dengan sistem planet, seperti yang kami lihat di bintang tunggal," ujar peneliti Jerome Orosz di San Diego Sate University kepada SPACE.com.

Menurutnya, Sebagian besar bintang di galaksi berada dalam biner atau beberapa sistem tertinggi. Sehingga, fakta bahwa planet dapat hadir dalam sistem jenis ini adalah penting.

"Jika kami dibatasi untuk mencari planet di sekitar bintang tunggal, kami akan kehilangan sebagian besar bintang di galaksi," pungkasnya.

Catatan
Analisa dan teori planet asing tersebut sebagai tempat tinggal alien masih perlu dipertanyakan. Perlu banyak penelitian dan pembuktian akan hal tersebut. Yang pasti, temuan bintang kembar dan planet lain yang memiliki sumber kehidupan seperti bumi merupakan lompatan besar dalam bidang sains astronomi.



 
Sumber:
scoop.it
Para ilmuwan menguak, manusia dan segala mahluk di dalamnya mungkin adalah pendatang di planet biru. Ini terkait dengan asal-usul kehidupan di Bumi. Para ilmuwan berteori, mikroba ekstraterresterial mungkin telah membawa kehidupan di Bumi, setelah menempuh perjalanan di luar angkasa selama jutaan tahun.

Teori tersebut berdasarkan kalkulasi yang menunjukkan, kemungkinan besar fragmen batuan dari sistem tata surya lain mendarat ke Bumi. Beberapa dari mereka bisa jadi mengandung mikroorganisme, demikian ditulis ahli dalam jurnal Astrobiology.
zazzle.com
Penelitian menunjukkan, mahluk sejenis kumbang yang dalam kondisi dormant alias tidak aktif tapi masih bernyawa, bisa selamat dalam perjalanan panjang ruang angkasa, meski berada dalam tingkat radiasi kosmik yang tinggi.

Tak hanya menuju bumi, mahluk hidup sederhana itu mungkin juga telah melakukan perjalanan dari Bumi ke planet lain di luar Tata Surya. Proses tersebut disebut sebagai lithopanspermia. Yang juga bisa berarti alam semesta dipenuhi kehidupan serupa di Bumi.

"Studi kami mengungkap lithopanspermia mungkin terjadi, ini mungkin makalah pertama yang  mendemonstrasikan soal itu," kata peneliti utama, Dr Edward Belbruno, dari Princeton University, Amerika Serikat. "Jika mekanisme ini benar, maka ia memiliki implikasi terhadap kehidupan di alam semesta secara keseluruhan. Itu bisa terjadi di manapun.

Erupsi gunung berapi dahsyat, tabrakan meteor, dan tubrukan antar benda langit membuat fragmen batuan dari sebuah planet terbang ke luar angkasa.

Diduga, saat saat Tata Surya masih muda, dan Matahari jauh lebih dekat dengan para tetangganya dibanding sekarang, sejumlah puing-puing bisa jadi dipertukarkan antar planet yang mengorbit ke bintang berbeda.

Puing itu melakukan perjalanan relatif lambat, memberi peluang untuk tertangkap oleh gravitasi planet di dekatnya.


Simulasi Teori

Untuk mengurai teori ini, para peneliti menggunakan program komputer untuk melakukan simulasi gugus bintang di mana Matahari lahir. Mereka menemukan, fragmen batu yang terlontar dari Tata Surya dan tetangga terdekatnya, dengan perbandingan antara lima sampai 12 dari 10.000 puing bisa ditangkap planet yang lain.

Selama periode 10 juta hingga 90 juta tahun, diperkirakan antara 100 triliun dan 30 kuadriliun  benda dengan bobot lebih dari 10 kilogram telah melaui proses transfer seperti ini.
cansars.blogspot.com
Ilmuwan menduga, organisme yang sampai di Bumi menemui sebuah lingkungan yang ditutupi air. Bumi memiliki air di permukaannya sejak Tata Surya baru berusia 288 juta tahun, membuat planet biru siap untuk menerima mikroba alien.

Penulis lain, Dr Amaya Moro-Martin, astronom dari  Centro de Astrobiologia, Spanyol mengatakan, studi mereka berhenti ke tahap di mana material padat yang terlontar dari suatu planet, tiba di planet kedua.

Sementara, dia menambahkan, proses lithopanspermia bisa terjadi jika material itu mendarat di planet di mana kehidupan bisa berkembang.

"Studi kami tidak membuktikan lithopanspermia benar-benar terjadi, tetapi menunjukkan bahwa itu adalah kemungkinan yang terbuka," kata dia.
Sumber:
Headline

Sistem yang memiliki susunan seperti tata surya kita ditemukan seribu tahun cahaya dari Bumi. Temuan ini menawarkan potensi tempat hidup.

Di tata surya ini, sekelompok planet memiliki susunan serupa tata surya kita. Demikian dikatakan Dr Roberto Sanchis-Ojeda dari Massachusetts Institute of Technology, AS,seperti dikutip Dailymail.

Pada tata surya kita, khatulistiwa matahari dan planet berada pada posisi hampir sejajar, paparnya. Bedanya, di tata surya asing ini, hanya ada tiga planet sedangkan di tata surya manusia ada delapan planet.

Sistem yang diberi nama Kepler-30 ini diketahui aktif secara magnetis dan tertutup bintik bintang.

“Barisan planet ini menawarkan pandangan pada masa depan sains planet luar,” tutup Drake Deming dari University of Maryland, AS.

Sumber :
inilah.com
Bumi berada di dalam Tata Surya yang juga berdiam dalam galaksi yang kita kenal dengan nama Bimasakti. Tapi, pertanyaannya bagaimana para astronom bisa mengetahui bentuk galaksi Bimasakti dan memotretnya kalau kita masih belum mampu menerbangkan wahana sampai ke luar Tata Surya?


Foto: spacestationinfo.com

Sekarang mari kita analogikan dengan mempelajari rumah kita sendiri. Bayangkan kamu berada dalam rumah yang terkunci dan kamu tak pernah bisa keluar dari rumah itu. Jadi kamu pun tidak akan tahu bagaimana bentuk rumahmu secara utuh. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa mengetahui bentuk rumahmu.

Dari dalam rumah kamu bisa mengamati setiap sisi dan sudut. Kita tahu seperti apa kira-kira bentuk temboknya, atapnya, jendelanya. Kemudian kita juga bisa melihat rumah-rumah lain dari balik jendela.

Maka kita pun bisa membandingkan dengan rumah-rumah tetangga dan mencari kira-kira rumah kita mirip yang mana. Maka kemudian kita pun bisa menggambarkan seperti apa rumah kita.

Demikian juga bentuk Bimasakti. Meskipun kita tidak bisa memotret seluruh galaksi Bimasakti dari “atas”, tapi dari Bumi kita bisa melihat ke arah pusat galaksi Bimasakti untuk mengenal seperti apa bentuknya dan kemudian juga memotret sisi Bimasakti dari dalam galaksi Bimasakti itu sendiri.

Kemudian kita bandingkan dengan galaksi lainnya yang kita lihat dan akhirnya bisa memprediksi seperti apa bentuknya tanpa harus keluar dari Bimasakti.


Foto: uni.edu


Apakah kemudian bentuk itu sesuai kenyataan?

Dari pengamatan dan membandingkan Bimasakti dengan struktur galaksi lain sehingga akhirnya bisa diketahui juga kalau Bimasakti merupakan galaksi spiral. Dan kita juga punya contoh galaksi spiral lainnya sehingga bisa diperkirakan seperti apa bentuk Bimasakti.

Paling tidak, berdasar data-data ilmiah, bisa dikatakan sesuai, itu adalah kebenaran ilmiah, yang bisa dipertanggungjawabkan.

Dan untuk foto-foto Bimasakti yang kita lihat selama ini adalah foto-foto yang diambil dari Bumi yang bersama Matahari berada di salah satu lengan spiralnya ke arah pusat Galaksi.


Mengapa para astronom demikian yakin?

Ketika kita melihat Bimasakti dari dalam, kita bisa melihat ke arah pusat galaksi yang ternyata seperti garis tipis panjang. Bentuknya mirip cakram dan bukannya ellipsoid. Bentuk “bulge” atau tonjolan pada pusat galaksi seperti ini biasanya dimiliki oleh galaksi spiral.

Selain itu kecepatan gerak bintang dan gas di dalam Bimasakti menunjukkan gerak rotasi yang lebih besar dari gerak acak. Ini merupakan ciri lain dari galaksi spiral. Karena itu kita bisa mengetahui bahwa galaksi Bimasakti punya bentuk seperti galaksi spiral lainnya.


Sumber :
pengembara angkasa - langitselatan.com
Bentuk alien sebenarnya seperti ubur-ubur, bukan seperti yang selama ini kita lihat di film-film Hollywood.
dailymail.co.uk/PA
Kaget? Pastinya. Walah baru sebatas dugaan, tetap inilah teori terbaru yang diklaim seorang ilmuwan, Maggie Aderin-Pocock (Ahli Satelit dan Penasihat Pemerintah).

Alasannya, menurut Maggie, mahluk planet tidak berasal dari unsur karbon seperti manusia, melainkan silikon. Sehingga, alien bisa menyerap cahaya, bisa beradaptasi dengan berbicara lewat gelombang cahaya. Pokoknya serba beda dari manusia.

"imajinasi yang kita alami dibatasi oleh apa yang kita lihat di sekitar kita dan penerimaan konvensional, bahwa hidup (bentuk kehidupan) berbasis karbon dan membutuhkan air. Tapi beberapa peneliti melakukan pekerjaan yang menarik, bermain dengan ide-ide seperti  bentuk kehidupan berbasis silikon yang berkembang di planet lain, karena lingkungannya sangat berbeda dari bumi," papar Maggie.

Dr. Maggie Aderin-Pocock juga mengungkapkan, sebenarnya peneliti astronomi belum bisa menemukan kehidupan lain walau telah mengamati milyaran planet di galaksi Bima Sakti saja.
dailymail.co.uk/PA 
Bahkan, berkomunikasi melintasi tata surya merupakan tantangan besar. Misalnya, pesawat ruang angkasa Voyager 1, yang telah membawa rekaman salam dari Bumi pada perjalanan melalui tata surya sejak tahun 1977, saat ini baru saja akan meninggalkan tata surya di belakang dan menuju ruang dalam. Dan, belum ada laporan tentang komunikasi dengan alien dari planet lain.

Kemungkinan, menurut Maggie, kalaupun ada mahluk di planet lain belum tentu memiliki kecerdasan yang melebihi manusia. Bisa jadi mereka tidak cukup cerdas untuk dapat berkomunikasi dengan manusia.

Maka yang jadi permasalahan bukanlah eksistensi mahluk di planet lain, melainkan bagaimana cara mengetahui dan bisa berkomunikasi dengan mereka.

Ya, ilmuwan masih terus mencari dan mencari.




Sumber:
Transit Venus adalah peristiwa saat posisi planet tersebut berada di antara Matahari dan Bumi sehingga akan tampak sebagai titik hitam yang bergerak di muka Matahari. Kejadian alam yang langka ini akan terjadi 6 Juni 2012 mendatang.

Mengapa langka? Transit Venus terjadi hanya dua kali dalam satu abad. Uniknya, antara transit pertama dan kedua jaraknya 8 tahun, namun peristiwa berikutnya harus menunggu lebih dari seabad, 121 tahun atau 105,5 tahun tergantung periodenya.
 
Transit Venus terakhir kali terjadi tahun 2004 dan berikutnya akan terjadi 6 Juni 2012. Setelah itu, baru tahun 2117 transit Venus akan kembali terjadi.

Artinya transit Venus mendatang pada 6 Juni 2012 mungkin kesempatan terakhir bagi sebagian besar orang yang hidup saat ini untuk menyaksikannya kecuali berumur panjang lebih dari 100 tahun.

Muhammad Rayhan, Ketua Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ) mengatakan, Venus yang memiliki periode revolusi mengelilingi Matahari rata-rata sekitar 200 hari sementara Bumi yang 365 hari memang akan selalu pada posisi sejajar setiap 19 bulan yang jatuh Juni atau Desember.

Namun, tidak setiap kalau terjadi transit Venus. Hal ini karena orbit Bumi dan Venus punya perbedaan sekitar 3,4 derajat. Posisi sejajar dan lurus hanya terjadi berulang dengan periode 8 tahun, 121 tahun, 8 tahun, dan 105,5 tahun.

Transit hanya terjadi untuk dua planet inferior atau planet dalam yakni Merkurius dan Venus. Hal ini karena kedua planet itulah yang mungkin melintas di antara Bumi dan Matahari. Sementara planet lainnya tidak mungkin terjadi transit dengan Matahari.

"Karena kedua planet di antara obit Bumi dan Matahari. Mars dan lainnya punya orbit di luar Bumi," jelas Rayhan.
  
 
Foto: bma2.org
 
 Beginilah transit venus akan terlihat, ada noktah hitam mengorbit pada matahari
 
Sayangnya, pada peristiwa transit Venus tanggal 6 Juni 2012, tidak seluruh daerah yang bisa mengamatinya. Beruntung, seluruh wilayah Indonesia masuk dalam wilayah pengamatan.

Wilayah Indonesia Timur dapat mengamati peristiwa tersebut dari awal hingga akhir yang berlangsung sekitar 6 jam. Sementara wilayah Indonesia barat dapat mengamati lebih dari 5 jam.

"Sejak pertama kontak sampai selesai dari Jakarta bisa diamati mulai pukul 05.10 pagi," kata Rayhan.

Namun, karena pada saat transit dimulai Matahari belum terbit, pengamatan baru bisa dilakukan beberapa menit kemudian hingga berakhir pukul 11.00.




Sumber
sains.kompas.com
Warga di Blue Springs, Missouri, Amerika Serikat (AS), mengaku ada sebuah UFO melayang di langit tempat mereka tinggal itu. UFO ini berupa cahaya terang dan bisa berubah warna.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Namun, teropong bisa melihatnya cukup jelas sayangnya, jaraknya terlalu jauh,” kata warga setempat, Becky Neely, seperti dikutip KCTV.

Headline 
Pengamat lain mengaku, obyek misterius ini terus berubah-ubah lokasi. “Obyek ini awalnya berada di langit namun kemudian turun dan melayang di posisi yang lebih rendah,” katanya.

Jeremy Dickstein dari kepolisian setempat mengaku tak ada laporan seputar penampakan ini.

“Sulit sekali menyelidiki UFO di tingkat lokal,” katanya.





Sumber;
inilah.com
Tornado merupakan peristiwa alam mematikan yang benar-benar dahsyat di Bumi. Miliaran dolar uang setiap tahunnya dikerahkan untuk membantu kerusakan properti. Tetapi, tornado tersebut masih belum apa-apa ketimbang tornado raksasa jenis baru ini.
Menurut laporan situs Today In Tech, Jumat (30/3), Para ilmuwan, baru-baru ini, menemukan supertornado raksasa di permukaan Matahari yang berukuran lima kali lebih besar dari planet kita sendiri. Gas yang berputar-putar itu ditemukan oleh satelit Solar Dynamic Observatory di NASA pada September 2011.
 

Kabar tentang keberadaan tornado ini telah disampaikan dalam Pertemuan Astronomi Nasional 2012, Kamis (29/3), di Inggris. Dengan kecepatan angin di 186.000 mil per jam, tornado ini benar-benar membuat badai di Bumi terlihat jauh lebih kecil. Badai Terestrial tidak sama persis mendapatkan panas seperti tornado raksasa ini. Suhu Badai surya ini berkisar antara 90.000 dan 3,6 juta derajat Fahrenheit.

Sementara para ilmuwan sudah banyak meneliti tornado matahari besar di masa lalu, yang satu ini merupakan yang terbesar dan mudah diamati. Penyebab badai ini diyakini karena perputaran medan magnet Matahari.
Sumber:
Baru-baru ini Badan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) menangkap penampakan gajah di permukaan "planet merah". Gambar tersebut hasil jepretan High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) yang ada di pesawat luar angkasa Mars Reconnaissance Orbiter.
Terlihat jelas dahi, mata, juga belalai gajah (lihat gambar di bawah ini).
 
Apakah gambar ini hasil karya alien? Tentu tidak. Seperti dimuat situs sains, SPACE.com, penampakan tersebut terjadi akibat banjir lava yang mengering di permukaan Mars.
 
Peristiwa ini disebut paraeidolia (fenomena psikologis yang melibatkan stimulus samar-samar dan acak). Jadi, kita seolah-olah melihat gambar mirip sesuatu seperti contohnya: melihat gambar wajah di awan, di bulan, dan sebagainya.
 
"Ini adalah contoh terbaik dari fenomena 'pareidolia', di mana kita melihat sesuatu penampakan, misalnya binatang, yang sesungguhnya tak ada," kata ahli geologi planet dari University of Arizona, Alfred McEwen dalam situs HiRISE.
 
Seperti nampak di foto, ilusi "gajah Mars" terjadi di kawasan yang disebut Elysium Planitia, di mana banjir lava termuda terjadi di planet tetangga Bumi itu. 
Namun, para ilmuwan belum bisa memastikan, apakah aliran lava di Mars mengendap dengan cepat atau membutuhkan waktu lebih lama, seperti halnya di Bumi, di mana lava membutuhkan waktu tahunan, bahkan sampai puluhan tahun untuk mengendap.
 
"Itu mungkin yang terjadi pada lava di Mars," kata McEwen. Aliran lava bisa bergerak perlahan, tetapi sebaliknya, ada  bukti yang menyatakan lava ini dapat mengalir dengan cepat.

 
Penampakan penyebab debat
 
Fenomena serupa pernah terjadi beberapa kali dan tentunya jadi penyebab perdebatan penikmat astronomi, pecinta teori konspirasi, dan penggila UFO.
 
1. Gandhi di Mars
 
Juni 2011 silam, terlihat penampakan wajah Mahatma Gandhi di Mars. Penampakan itu ditemukan pengguna Google Mars asal Italia, Matteo Ianneo menggunakan Google Mars (layanan pemetaan online milik Google, yang menampilkan foto-foto satelit pada planet Mars telah beroperasi).
 
Untuk mengetahui secara pasti apa yang dilihat oleh Ianneo, Jonathan Hill, peneliti asal Arizona State University Mars Space Flight Facility yang memiliki dan mengoperasikan database foto-foto Mars serupa dengan yang dimiliki Google, melacak foto yang dipakai Google untuk menggambarkan kawasan tersebut.
 
“Dari gambar, kita bisa melihat bahwa kontur itu merupakan lubang, bukan bukit seperti yang tampak di gambar Google Mars,” kata Hill.
2. Wajah manusia di Mars
Satelit Viking 1 milik Amerika Serikat pada 25 Juli 1976 melihat penampakan wajah manusia, dan sungguh mirip. Lengkap terlihat mata, hidung dan mulut.
 

Padahal, Badan Antariksa AS, NASA telah menjelaskan fenomena tersebut, pada 31 Juli 1976. Dijelaskan NASA dalam rilisnya, 'wajah Mars' itu adalah mesa -- formasi batu curam dengan puncak yang relatif rata.
 
"Gambar ini menunjukkan mesa yang tererosi yang bentuknya menyerupai kepala manusia -- menunjukkan ilusi seperti mata, hidung dan mulut," demikian isi rilis NASA ke media saat itu.





Sumber:
http://www.sciencespacerobots.com/
http://teknologi.vivanews.com/
http://id.wikipedia.org/

Sample Text

Follow Us on Facebook



JOIN WITH US

Popular Posts